Gamba.R menyiapkan scene kamu dari dalam SketchUp: efek lighting, refleksi kaca, dan base image yang bersih. Lalu Claude membaca material aslinya dan menyusun daftar buat kamu cek, sebelum prompt-nya ditulis.
File .rbz · SketchUp Windows & macOS
Sekali bayar, update lifetime, tanpa langganan bulanan
SketchUp
Geser garisnya. Rumah yang sama, sampai ke jumlah jendela dan garis pagarnya.
Ini otak prompt-nya, buat kamu yang gambarnya harus dipertanggungjawabkan ke klien.
Kamu butuh visual yang cepat prosesnya, dan yang bikin klien langsung kebayang hasilnya. AI menjanjikan keduanya, asal image dan prompt-nya sesuai standar input AI. Menyiapkan itu manual bikin muak: sudah lelah menganalisis dan merangkai prompt, hasilnya malah nggak konsisten.
Nggak paham struktur prompt, jadi tebak-tebakan kalimat. Waktu yang harusnya buat desain habis di situ, padahal presentasinya besok pagi.
Maunya material X, malah jadi Y. Nambah dan ngerubah objek pula. Apalagi kalau sudah generate buat banyak scene, klien tanya "jadi yang dibahas saat desain kemarin, kenapa beda sama rendernya?" dan kamu terdiam.
Modal otodidak dan nekat eksperimen sendiri. Giliran hasilnya gagal, AI yang disalahin. Padahal kita yang belum tahu caranya menghasilkan image realistis dari AI.
Tool yang otomatis dari image langsung jadi render biasanya tetap ngarang. Daftar materialnya dibuat dan dikunci AI-nya sendiri, di luar kendali kamu. Begitu ganti scene, konsistensinya hilang.
Prompt mengunci geometri, layout, dan proporsi persis dari sumber. Nggak ada furnitur, lampu gantung, atau tanaman tambahan yang tiba-tiba muncul.
Baca warna material asli (albedo hex), bukan shading SketchUp yang berubah gelap-terang tiap sudut. Satu material = satu tone, di semua view.
Prompt-nya menuliskan arah dan kualitas cahaya, menyesuaikan siang atau malam. Bayangan terbuka, material hangat tetap hangat di bawah cahaya dingin.
Tab Views/Perspective bikin prompt scene baru yang konsisten dengan render yang sudah kamu approve. Material, palet, dan dunianya sama.
Membaca screenshot scene plus data material asli dari model kamu, bukan cuma gambarnya. Dari situ dia nyusun laporan material per elemen yang kamu koreksi sebelum prompt ditulis.
Gemini 3 Pro Image, dipakai buat render img2img dari prompt yang sudah kamu verifikasi. Dia yang menghasilkan foto, bukan yang memutuskan materialnya.
Dua model, dua tugas. Bagian tersulitnya bukan bikin gambar bagus, tapi bikin AI paham desain kamu.
Tanpa Gamba.R kamu adu peruntungan sama AI. Dengan Gamba.R alurnya terkontrol, setia model, dan bisa diulang.
Satu kamar, tiga scene SketchUp yang beda. Hijau tetap hijau, kayu tetap kayu, marmer tetap marmer.
Ini yang hilang kalau prompt-nya ditulis ulang dari nol tiap angle.
Lebih enak kamu tahu sekarang daripada kecewa setelah bayar.
Ini buat kamu yang mau pegang kendali desainnya, bukan nyerahin semuanya ke AI dan berharap hasilnya kebetulan bener.
Jantungnya dua langkah: Analisa lalu Buat Prompt. Dua langkah itu yang memaksa AI teliti, dan yang kasih kamu kontrol verifikasi sebelum render.
Pasang overlay frame sesuai rasio target render, luruskan kamera lewat Alignment (level, perspektif 2 titik, atau nudge maju-mundur-samping). Simpan sebagai Scene.
Tambahkan LED strip, spotlight, backlight, atau cove sebagai geometri cahaya, yang otomatis jadi petunjuk buat AI. Atau bake refleksi cermin jadi texture sebelum analyze, biar AI membaca kaca sebagai cermin, bukan jendela.
Claude membaca screenshot dan data material dari model kamu, lalu mengembalikan laporan terstruktur yang bisa kamu edit: tipe ruang, material per elemen, bukaan & cahaya, komposisi kamera, catatan editorial. Cek dan konfirmasi materialnya lewat chip warna. Ini langkah yang nggak ada di tool lain.
Pilih mood/waktu dan preset kualitas model. AI merakit prompt final berbahasa Inggris dari analisa yang sudah kamu verifikasi. Copy hasilnya.
Tempel prompt + screenshot scene ke Nanobanana Pro (Gemini 3 Pro Image) untuk render img2img photoreal. Simpan hasil terbaik sebagai referensi "bible".
Buat scene baru di SketchUp, lampirkan render yang sudah approved, lalu Analisa view baru → Buat prompt angle baru. Material dan dunia dikunci konsisten: cocokkan material, buang yang tak ada, karang yang baru sesuai palet.
Batch-export scene dalam "Gamba.R style" (albedo bersih, PNG lossless) untuk dikirim ke AI, lalu telusuri semua hasil di Gallery.
Tiap tab ngurusin satu bagian dari alur render, dari framing sampai akun.
Kiri scene SketchUp mentah, kanan hasil render. Perhatikan bukaannya, proporsinya, dan warnanya. Nggak ada yang digeser, ditambah, atau diganti AI.
Selama ini bagi studio kecil atau freelancer pilihannya cuma dua: gampang tapi hasilnya pas-pasan, atau kontrol penuh tapi susah dan lama. Gamba.R ambil sisi bagus dari keduanya.
| Gamba.R | Enscape | V-Ray | |
|---|---|---|---|
| Kontrol | Penuh | Terbatas | Penuh |
| Kurva belajar | Mudah | Mudah | Susah |
| Kecepatan | Cepat | Cepat | Lama |
| Hasil | Photoreal | Cukup buat draft | Photoreal |
| Beban hardware | Jalan di cloud | Butuh GPU | Butuh GPU kuat |
Gamba.R bukan pengganti mereka, tapi tools baru dengan porsinya sendiri. Kalau pipeline render kamu sudah jalan, tetap pakai itu.
Ini semua yang masuk ke akun kamu begitu pembayaran selesai.
File .rbz siap pasang di SketchUp, plus panduan instalasi. Sekitar lima menit sampai bisa dipakai.
Setiap versi baru langsung masuk ke akun kamu. Nggak ada biaya upgrade, nggak ada versi yang tiba-tiba kedaluwarsa.
Tiga alur kerja yang beda, masing-masing direkam dari awal sampai render jadi, pakai proyek asli.
Langsung masuk begitu bayar, bisa dipakai hari itu juga. Cukup buat ngerjain proyek pertama dari nol sampai satu set view.
Khusus founding member, berlaku untuk setiap pembelian kredit selanjutnya. Selamanya, bukan sekali pakai.
Tempat nanya kalau mentok, lihat hasil render orang lain, dan tahu duluan kalau ada fitur baru.
"Setahun lebih saya RnD workflow AI, dan saya merasa ada gap yang bisa diisi tools. Render AI cepat dan realistis, tapi tiap dipakai buat kerjaan klien materialnya harus dibetulin manual. Jadi saya buat tools ini untuk mempermudah workflow-nya."
Fathin AzkaDesigner · Toke Gamba Studio · Ex Head of RnD
Tiga tahun lebih ngerjain proyek arsitektur, interior, landscape, dan visualisasi.
Lebih dari 600 murid dari Indonesia dan Malaysia sejak 2022, lewat kelas AutoCAD, SketchUp, Enscape, D5 Render, dan sekarang workflow AI.
Dua gambar ini crop dari render resolusi penuh. Tekstur rajutnya masih kebaca waktu di-zoom sedekat ini.
Bukan janji dari saya, tapi catatan dari orang yang sudah menjalankan alurnya di kerjaan mereka sendiri.
"Saya pakai corona sudah 10 tahun tapi sekarang tukar flow kerja macam ni, ok not bad, macam lagi senang hahahah"
"Btw mantap sekali hasil promptnya kak 🙏"
"Percobaan pertama pake plugin gambar, langsung realistis dan konsisten bang."
Semuanya dikerjakan user Gamba.R sendiri, bukan portofolio Gamba Studio.
Plugin-nya jadi milik kamu, kreditnya kamu isi sesuai ritme proyek. Nggak ada tagihan bulanan.
Makin besar paketnya, makin murah per kreditnya. Kredit yang belum kepakai nggak hangus, dan paket Pro serta Private dapat diskon 5% tiap isi ulang.
Bukan, dan saya sengaja nggak mau ngaku-ngaku begitu. Gamba.R menulis prompt render dari model SketchUp kamu; yang menghasilkan gambarnya tetap Nanobanana Pro (Gemini 3 Pro Image). Jadi yang kamu beli adalah bagian tersulitnya: bikin AI paham desain kamu.
Sebagian besar tool itu lompat langsung dari model ke gambar. Cepat, dan sering cukup buat konten. Masalahnya daftar materialnya dibuat dan dikunci AI-nya sendiri, di luar kendali kamu. Kamu baru tahu materialnya meleset setelah render jadi, dan satu-satunya cara benerin adalah render ulang lalu berharap. Lebih repot lagi kalau mau konsisten antar scene yang berbeda. Gamba.R nyelipin satu langkah sebelum gambar dibuat: kamu lihat daftar materialnya, kamu benerin yang salah, baru prompt-nya ditulis.
Karena shading-nya ikut kebawa. Viewport SketchUp punya gelap-terang bawaan yang berubah tiap sudut, dan AI membaca itu sebagai warna material, jadi satu dinding yang sama bisa jadi dua warna berbeda di dua angle. Makanya Gamba.R punya export "Gamba.R style": albedo bersih, PNG lossless, tanpa shading yang bikin AI salah baca.
Jujur: prompt yang presisi sudah menyelesaikan sebagian besar, tapi tetap perlu touch-up sedikit buat sampai 100%. Itu sebabnya paket Private Training punya materi khusus soal upscale, enhance, dan post-pro Photoshop. Bagian itu memang keahlian terpisah, dan saya nggak mau pura-pura plugin ini menyelesaikan semuanya.
Betul. Prompt dari Gamba.R dipakai di Nanobanana Pro milik kamu. Di dalam plugin ada panduan setup-nya, dan format prompt-nya sudah disesuaikan dengan cara model itu membaca instruksi. Paket Private Training juga membahas cara berlangganan AI-nya.
Kuat. Analisis scene jalan di server, bukan di kartu grafis kamu. Selama SketchUp-nya bisa dipakai modeling, Gamba.R bisa jalan.
Bisa, tapi hasilnya ikut kualitas modelnya. Gamba.R membaca apa yang ada di scene kamu. Kalau grup dan materialnya belum dinamai, tebakan awalnya lebih sering meleset dan kamu benerin lebih banyak di langkah Analyze. Model yang rapi bikin langkah itu tinggal sepuluh detik.
SketchUp 2019 ke atas, Windows dan macOS. Instalasinya lewat file .rbz seperti plugin lain, sekitar lima menit termasuk aktivasi.
Isi ulang kapan saja, tanpa masa berlaku: 100 kredit Rp 20.000, 285 kredit Rp 50.000, 665 kredit Rp 100.000. Makin besar paketnya, makin murah per kreditnya. Paket Pro dan Private dapat diskon 5% lagi tiap isi ulang. Sisa kredit selalu kelihatan di panel, dan setiap tombol menampilkan biayanya sebelum kamu klik.
AI itu kendaraan baru, yang adaptasi duluan yang menang. Ini bukan ganti tool, tapi ganti cara kerja.
Pasang di SketchUp sayaInstalasi .rbz · update lifetime · bantuan lewat WhatsApp
Gabung grup Gambateu, gratis